Webmail |  Berita |  Agenda |  Pengumuman |  Artikel |  Video

Belajarlah Kepada-Ku

17 Mei 2021
19:31:09 WIB

MATIUS 11:25-30


Penulis: Yan Suhendra, M.Th

Latar Belakang

            Pada pasal 11, Matius melatarbelakangi tulisannya dengan sebuah kisah bahwa Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya untuk menanyakan kepada Yesus “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

 

            Yesus menjawab mereka : “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat : Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.”

 

            (12) Yesus mengatakan kepada orang banyak bahwa : “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.”

 

            Itulah sebabnya Yohanes Pembaptis harus datang hendak mempersiapkan jalan/meluruskan jalan  untuk Yesus. “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” – Mat 3:3. Serta Yesus berkata dan berpesan : “Siapa bertelinga hendaklah ia mendengar!”

 

            Matius juga mencatat bahwa Yesus mengecam beberapa kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya (20). Seperti : Khorazim, Betsaida, Kapernaum.

 

            Yohanes Pembaptis yang dipenjarakan karena kebenaran, tetap menyuruh dan mengutus murid-muridnya untuk datang serta  bertanya langsung kepada Yesus. Yohanes Pembaptis mau agar murid-muridnya belajar dan mengetahui “Siapakah Kebenaran” itu?

 

            Oleh karena itu pada ayat 25 – 30 LAI memberi judul pada perikop ini adalah AJAKAN JURUSELAMAT. Apa yang menjadi pertanyaan Yohanes Pembaptis telah kita dengar, bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia.

 

            Dan Yesus menginginkan kita belajar pada-Nya, karena di luar Dia tidak ada kebenaran lain (Kerajaan Sorga sudah diserongkan dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya). Dalam kitab Matius ini, Yesus menjelaskan bahwa Dia telah banyak mengajar, memberitakan Kerajaan Sorga yang sesungguhnya kepada orang-orang besar (Orang Yahudi, Ahli Taurat, Farisi dan Saduki, orang Roma, Yunani, Aram, Arab, dll).

 

            Tetapi banyak dari mereka “Menolak Kebenaran”, tetapi Yesus bersyukur kepada Allah Bapa Tuhan langit dan bumi yang telah menyembunyikan bagi orang bijak (Yunani/Filsuf) dan orang pandai (Yahudi) tetapi Allah Bapa berkenan menyatakannya kepada orang kecil (25).

 

            Segala hal telah diserahkan kepada Kristus yaitu Πάντα μοι παρεδόθη ὑπὸ τοῦ πατρός μου (Matt. 11:27) “Segala sesuatu yang berasal dari Allah Bapa”. Sehingga dalam grammatical Yunani jelas dituliskan bahwa hanya “orang yang ditentukan” oleh Anak, yang mana Anak itu dengan kerelaan-Nya telah menentukan kepada siapa Allah Bapa itu (Pemilik Kerajaan Sorga) akan diungkapkan.

 

            Oleh karena itu Yesus mengajak kita orang-orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang dan belajar kepada-Nya, karena Dia ingin memberi kelegaan kepada kita (28).

 

 

Teks :

Mat 11:29 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”

 

Proposisi :

“Peristirahatan dan kelegaan yang sejati, terjadi bagi setiap orang yang diperkenan Tuhan untuk mengenal kebenaran dan belajar dari-Nya.”

 

Pertanyaan :

            Mengapa kita perlu belajar dari Kristus ?

·        Yesus berkata bahwa Kerajaan Sorga telah diserongkan oleh orang βασιλεία τῶν οὐρανῶν βιάζεται καὶ βιασταὶ ἁρπάζουσιν αὐτήν. (Matt. 11:12) orang yang melakukan kejahatan. Kejahatan apa? Mereka “memaksa dengan indah” (Harpazousin) untuk membuat samar/bias tentang Kerajaan Sorga itu. Dan mereka hendak memaksa/menyamarkan (Biastai) kebenarannya terhadap Kebenaran Sorga.

 

·        Dan banyak orang-orang bijak dan pandai pada zaman itu telah “tersesat” dengan rupa-rupa “Pengajaran Jahat” yang telah diserongkan oleh orang-orang itu sendiri. Sehingga mereka sulit mengungkap bahkan menerima kebenaran dari Kerajaan Sorga itu sendiri. Tetapi bagi orang kecil justru hal itu diungkapkan-Nya.

 

Pada ayat 27 tertulis bahwa “segala sesuatu” telah diserahkan Bapa kepada Kristus, segala rahasia kebenaran kerajaan sorga. Dan mustahil orang-orang bijak dapat menyelami kebenaran kerajaan sorga itu tanpa mereka diungkapkan, dan tanpa mereka belajar kepada pemegang segala sesuatu mengenai kebenaran kerajaan sorga itu.

 

Hal ini diperkuat oleh perkataan Kristus sendiri pada ayat (29) bahwa kata “Belajarlah pada-Ku” dituliskan dengan gramatikal yang sangat jelas, yaitu “Menjadi murid yang hanya kepada-Nya saja” “Menjadi murid dari satu orang guru saja” atau “Menjadi murid kepunyaan-Nya”. Hal ini saya terjemahkan sebagai berikut : DI LUAR YESUS KRISTUS TIDAK PERNAH ADA PEMURIDAN DAN PEMBELAJARAN YANG SEJATI.

 

Orang yang tidak dapat menemukan Kebenaran Kerajaan Sorga adalah orang yang sangat “letih lesu” dan “berbeban berat”, sekalipun mereka adalah orang-orang yang bijak penuh hikmat dan pandai, bahkan kaya raya sekalipun. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menderita di dalam dunia ini.

 

Dan bagi orang-orang yang menyadari bahwa mereka sangat “letih lesu” dan “berbeban berat” di dalam kehidupan ini, Kristus mengundang mereka, untuk  datang dan belajar dari pada-Nya.

 

Dia mau mengungkapkan Kebenaran Kerajaan Sorga itu sendiri. Karena Dia berkenan kepada orang-orang yang Dia Kenan.

 

Apa yang dapat kita pelajari pada hari ini mengenai ajakan Tuhan dan Juruselamat kita yaitu Yesus Kristus?

 

·        Kita mau mengenakan Kuk (Zugos) artinya kita mau mengambil bagian dengan menerima/mengambil kebenaran yang adalah “beban” Dia bagi kita, maka kita  akan mendapatkan ketenangan (Rest).

 

·        Kuk adalah pencampuran dua hal yang berbeda, bisa berarti pemahaman kita menerima Kebenaran Kristus, agar kita dapat menarik beban Dia (portion) atau bagian Dia yaitu Kehidupan yang dianugerahkan kepada kita, dan  memberikan peristirahatan yang sejati.

 

·        Orang yang tidak mau memikul kuk yang dari pada-Nya, selama-lamanya tidak akan mendapatkan peristirahatan yang sejati bagi hidupnya.

 

·        Kuk atau zigot pada waktunya menghasilkan sebuah kehidupan baru (Embrio) yang pada akhirnya saat kehidupan baru itu datang (terjadi), maka kita adalah orang-orang yang paling berbahagia. Hal ini diperkuat oleh firman yang mengatakan “Ketekunan menimbulkan tahan uji dan menimbulkan pengharapan” – Rom 5:4 & Yoh 16:21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaanya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

 

·        Kuk ini bukanlah kuk perhambaan, melainkan hadiah yang luar biasa dari Kristus, dimana Kristus ingin meletakkan kehendak-Nya dan Kebenaran-Nya, bahkan kehidupan-Nya bagi kita. Seperti Dia mengajari kita berdoa dan berkata kepada Tuhan : “Jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga”

 

·        Jangan lagi takut atau merasa tertuduh disaat kita memikul Kuk yang adalah Zigot atau kehidupan yang penuh sukacita, damai sejahtera dan peristirahatan bagi kita.

 

·        Kita tidak dapat menerima Kehidupan Kristus  yang telah tersedia di dalam “beban” kuk itu, jikalau kita tidak mau memikulnya/mengambilnya.

 

Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Ayat tersebut menegaskan, bahwa menolak untuk hidup menurut “kaidah-kaidah emas” dunia ini, itulah tanda kita mau dan telah belajar kepada Kehendak Allah di dalam Kristus Yesus.

 

Dengan terus belajar pada-Nya, maka kita pasti dapat merubah dunia ini, dan pasti tidak digoncang kesana kemari oleh kaidah-kaidah dunia ini, melainkan kita menjadi orang yang teguh dalam iman kepada Kristus yesus Tuhan kita.

 

Dengan kita membaca dan mempelajari Alkitab,  mengenai apa yang Tuhan perintahkan bagi kita dan kita mau melakukannya, maka kita akan menemukan “kebahagiaan sejati” yang tidak pernah ditemukan oleh orang-orang bijak dunia ini, dan orang-orang pandai dunia ini.

 

Rahasia inilah yang terus diselidiki oleh orang-orang yang menentang Tuhan yesus Kristus, agama-agama, filsafat-filsafat dan segala bentuk kebijaksanaan dari logika, telah gagal menemukan “Kebahagiaan sejati” yang terdapat di dalam Kerajaan Sorga, yang sesungguhnya hanya ada di dalam Kristus Yesus. Dan hanya Dia saja yang mempunyai hak dan kuasa, untuk mengungkapkannya kepada siapa Dia berkenan mengungkapkannya.  

 

Kesimpulan

Mengapa kita perlu belajar pada Yesus Kristus ?

1.     Berita tentang Kerajaan Sorga telah diserongkan oleh orang-orang jahat. Sehingga Berita Kerajaan Sorga telah menjadi samar-samar. Dan hanya Yesus Kristus yang dapat menujukkan Kebenaran dari Kerajaan Sorga.

 

2.     Karena banyak para ahli, orang-orang bijak dan pandai telah “tersesat” dalam “penguasaannya” terhadap berita yang mereka samarkan sendiri. Bagaimana mungkin kita belajar dari yang lain?

 

3.     Karena Tuhan Yesus Kristus sendiri menghendaki pengungkapan Kerajaan Sorga bagi mereka yang kecil (yang memiliki sifat tulus dan kekanakan).

 

Dan hal-hal yang dapat kita pelajari dari Ajakan Yesus Kristus  kepada kita adalah : Yesus Kristus memberikan perintah pada kita, agar kita jangan ragu-ragu mengambil kuk yang adalah “hadiah” bagi kita. Dia mau agar kita memiliki kehidupan baru (bertumbuh dan berbuah).

 

Anugerah-Nya terletak pada “beban”-Nya yang enak dan ringan itu. Pada saat kita melakukan kehendak-Nya dan perintah-Nya, maka di sanalah kita menemukan arti “peristirahatan” yang sejati.

 

Demikianlah pemberitaan firman Tuhan pada hari ini, biarlah damai sejahtera dan anugerah-Nya terus membimbing kita dalam menikmati langkah demi langkah, di dalam kehidupan yang indah ini, di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Amin

 

 

 

 

 

File Terbaru

Facebook Fanpage

TAUTAN EKSTERNAL